Bahaya Virus Corona Covid -19 dan Cara Mencegahnya

Bahaya virus Corona atau Covid-19 yaitu transmisi yang cepat dan lebih mudah dibandingkan wabah SARS yang dulu pernah melanda dunia pada tahun 2003. Penyebaran dari virus corona yang cepar ini membuat kasusu positif corona di dunia mencapai 935.957 per Kamis atau dalam kurun waktu 5 bulan atau sejak kasusu pertama ditemukan pada November tahun 2019. Vius corona menyerang saluran pernapasan manusia. Seseorang dapat terinfeski dari penderita Covid-19, Penyakitn ini dapat menyebar dari tetesan kecil atau droplet dari mulut ataupun hidung pada saat batu ataupun bersin.

Droplet tersebut jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menytentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi Covid-19.

Bisa juga seseorang terinfeksi CoCovid-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Nah ini lah mengapa saat ini masker sangat penting untuk menjaga jarak sehingga kurnag lebih satu meter dari orang yang sakit.

Virus baru ini memiliki gejala awal seperti demam, batuk, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih dan juga lesu.

Dikutio dari BBC, pemeriksaan data oleh organisasi kesehatan Dunia (WHO) dari 56,000 pasien menunjukan 6% memiliki gejala kritis seperti gangguan pada paru, septic shocksampai resiko kematian. Sebanyak 14 persen mengalami hejala berat yaitu kesulitan Bernapas dan juga sesak napas. Sementara 80 pesen lainnya memiliki gejala ringan seperti demam, batuk dan beberapa memiliki pneumonia.

Meski pasien yang memiliki resiko meninggal hanya sekitar 6 persen proporsi, ini tida dapat disepelekan. Kasusu meninggal karena Covid-19 di seluruh dunia mencapai 48.245 dengan jumlag tertinggi berasal dari Italia yaitu 13.155 kasus meninggal terbanyak kedua terdapat di Spanyol dengan jumlah 9.387

Dinegara asal nya yaiut China, mendeteksi virus baru ini mencapai kasus meninggal sebanyak 3,312 sementara di Indonesia kasusu meniggal mencapai 157, menurut data.

Lanisa disebut menjadi salah satu kelompok yang sangat rentan dnegan virus baru ini, termasuk mrka yang menderita penyakit yang lain, Musalnya asma, diabetes, penyakit jantung sampai tekanan darah tinggi. Kelompok ini berpotensi memiliki gejala berat sampai kritis jia terinfeksi Covid-19, Data dari cina juga menunjukan bahwa pria beresiko sedikti lebih tinggi meninggal akbiat virus daripada wanita.

Yang membuat virus ini lebih berbahaya karena tidak semua yang terinfeksi menunjukan gejala serisu, bahkan ada yang mengalami gejala ringan bahkan tanpa gejala atau silen carrier.

Silent carrir ini sulit dideteksi sebab hanya busa dkethaui hanya melalui pemeriksaan. Sementara mereka yang ridak menunjukan gejala, nisa sha berpikir bahwa dirinya sehat dan beraktivitas seperti biasa.

Padahal ia bisa menularkan virus corona ini apda orang lain, atau masyarakat umum lainnya, sehingga penyebaran makin meluas. Sebanyak enam dari sepuluh kasus virus Corona dsebabkan oleh orang yang mengalami gejala ringan atau tidak ada gejala sama sekali.

Pada umumnya gejalanya sama namun penyebab virusnya berbeda-beda, sehingga kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut. Pemeriksaan medis yang akurat disertai rujukan pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah seseorang terinfeksi Corona.

Untuk setiap orang yang menderita demam, batuk dan sulit bernafas sangat direkomendasikan untuk segera mencari pengobatan dan memberitahukan petugas kesehatan. Aplagi jiak melakukan perjalanan dari wilayang yang terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gekala, atau jika melakukan kontak erat dengan seseorang yang menderita infeksi saluran pernafasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *