Janji Kampanye Bupati Abdya Dituntut

by -7 views

RADARINDO.co.id – ACEH : Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Abdya Sejahtera (Geranat), menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (11/6). Aksi tersebut guna menuntut Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, agar menepati janji yang pernah diucapkan semasa kampanye pada Pilkada 2017 silam.

Sebelum menuju kantor bupati, puluhan mahasiswa tersebut terlebih dahulu berkumpul di lapangan bola kaki Persada, kemudian dengan menggunakan sepedamotor menuju ke simpang cerana hingga ke halaman kantor Bupati Abdya.

Koordinator aksi, Mohd Azmi dalam orasinya mengatakan, kepemimpinan Bupati Akmal Ibrahim dan Wakil Bupati Muslizar kini sudah genap berusia dua tahun sejak pasangan kepala daerah Abdya tersebut dilantik tanggal 14 Agustus 2017.

“Slogan kembalikan harapan rakyat yang dulunya dijanjikan masih jauh dari harapan. Banyak program kerja yang bersifat ujicoba, dan hasilnya belum maksimal sehingga rakyat belum merasakan dampak positif dari kepemimpinannya,” tuturnya.

Menurutnya, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Geranat ini menggelar aksi, khusus menuntut janji-janji Bupati Akmal Ibrahim yang pernah diutarakan dalam kampanye belum ditepati seperti “Bank Gala” dan santunan melahirkan.

“Kami juga mendesak Pemkab Abdya untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur yang belum selesai dikerjakan, dan meminta pemerintah daerah untuk segera memanfaatkan pendopo bupati yang sudah selesai dibangun,” pintanya.

Selain itu, Pemkab Abdya juga didesak untuk peduli terhadap dunia pendidikan, dan harus berperan aktif dalam mencari solusi perihal kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) yang selama kepemimpinan Akmal Ibrahim tidak lagi berjalan.

Pemkab Abdya juga didesak untuk mengajukan keberatan kepada Kementerian ATR/BPN yang telah mengeluarkan Surat Keputusan perpanjangan izin Hak Guna Usaha PT Cemerlang Abadi Babahrot.

Selain mengajukan gugatan ke PTUN untuk membatalkan SK HGU PT Cemerlang Abadi, pemerintah daerah juga diminta untuk memperhatikan nasib petani dengan cara mencari solusi konkrit agar harga gabah, dan kelapa sawit meningkat.

Aksi mahasiswa tersebut bubar setelah Wakil Bupati Abdya Muslizar datang menemui massa dan bersalaman dengan mahasiswa kemudian naik ke atas mobil pick up menyampaikan penjelasan tuntuntan mahasiwa tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Muslizar berjanji akan menindak lanjuti tuntutan massa secara bertahap, karena untuk membuat sebuah perubahan bukanlah semudah membeli kue di sebuah warung, tapi membutuhkan proses panjang. (KRO/RD/ATR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *