Penemuan Belut Raksasa Oleh Warga Taput Bisa Menjadi “Pertanda Lain”

by -194 views

RADARINDO.co.id-Tapanuli Utara: Sampai saat ini warga Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) khususnya, yang sempat dihebohkan atas ditemukan jenis belut raksasa sepanjang dua meter, disungai Situmandi, beberapa bulan lalu  masih menjadi teka-teki. Bakan bisa menjadi “Pertanda Lain” yang hanya dapat dilihat melalui mata bathin.

Pasalnya warga setempat mengaku belut raksasa atau yang dikenal dengan sebutan ikan Dundung, terkesan aneh dan langka. Belut raksasa yang ditangkap wargs ketika sedang memancing dari Sungai Situmandi tepatnya di sebelah warung Sinta Owen Hutabarat, sampai saat ini tidak dapat ditemukan lagi jenis belut raksasa tersebut.

Salah seorang warga desa mengaku marga Nainggilan itu menyebutkan kehadiran belut raksasa telah memberikan pertanda agar warga tidak melakukan perbuatan yang dilarang Tuhan. “Jadi kita diingatkan melalui pertanda dari leluhur jangat lupa beribadat, berbuat bagi kepada siapapun dan jangan ada maksiat,” ujarnya tanpa menjelaskan secara terperinci dari firasat yang ia maksud.

Ya itu dia pertanda untuk mengingatkan kita semua agar berbuat baik, serunya lagi. Bahkan, tambahnya, hal yang tak diinginkan bisa saja terjadi akan diturunkan Tuhan, ujar pria yang tidak mau diabadikan dirinya oleh RADARINDO.co.id guna menghindari perbedaan pemahaman.

Sebelumnya, sejumlah media masa mempublikasikan pemancing sedang mempertontonkan ikan tangkapan mereka tersebut kepada warga yang datang.

Beberapa orang pun turut berfoto dengan belut raksasa ini. Belut tersebut saat direkam masih hidup, terlihat dari ekornya masih bergerak. Tetapi saat melihatnya, mereka malah terkejut.

Pria ini menangkapnya ketika hewan ini muncul dari dalam tanah. Selain itu, dipercaya hewan tersebut memiliki harga jual yang tinggi karena dianggap langka.

Berita temuan belut tersebut kabarnya sempat menyebar hingga ke luar negeri. Seorang pengusaha kaya raya dari salah satu negara Eropa kabarnya menyatakan minat untuk membeli belut raksasa ini. Pria yang belum diketahui persis namanya itu rela mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah, untuk membeli hewan tersebut.

Hewan ini merupakan jenis ikan langka, seharusnya hewan tersebut dikembangbiakan dan menjadi hewan yang dilindungi. “Tidak boleh dibunuh apalagi dijualbelikan. Menjadi satwa yang dilindungi,” ujar seorang warga. Hingga berita ini dilansir, Sabtu (25/05/2019) siang, belum ada pihak yang menyatakan belut raksasa itu jenis hewan terlindungi dan tidak.  (KRO/RD/tribun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *