RADARINDO.co.id – NISEL : Diduga tidak terima atas rekomendasi Bawaslu untuk Penghitungan Ulang di Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), ratusan warga melakukan aksi blokir jalan dekat Jembatan Geba, Kecamatan Toma, Selasa (14/5).

Akibat pemblokiran jalan tersebut, semua kendaraan roda dua maupun roda empat dari arah Telukdalam menuju Gunungsitoli dan sebaliknya tidak dapat melintas. Informasi dihimpun menyebutkan, ratusan massa memblokir jalan sambil membentang spanduk memulai aksi sekira pukul 09.00 Wib.

Massa memblokir jalan dengan menumbangkan pohon kelapa dan diletakkan di tengah jalan sehingga kendaran tidak dapat melintas. Personel Polres Nias Selatan dipimpin Kabag Ops Kompol Martin Luther Dachi yang tiba di lokasi berupaya memberi pemahaman dan imbauan agar massa tidak melakukan pemblokiran jalan.

Namun warga tidak bersedia menyingkirkan pohon kelapa tersebut sehingga polisi dengan tegas melakukan pembersihan di lokasi. Beberapa lama kemudian massa dari Kecamatan Toma kembali ke arah Jembatan Geba dan memblokir jalan menggunakan truk sambil membakar ban bekas.

Akibatnya, semua kendaraan tidak dapat melintas sehingga terjadi kemacetan panjang. Polisi terus berupaya memberi imbauan secara persuasif, namun massa tetap bertahan. Bahkan massa aksi memotong seekor ternak babi dan membakarnya di tengah jalan sehingga kemacetan semakin parah.

Keterangan dihimpun menyebutkan, aksi ratusan massa melakukan pemblokiran jalan diduga dipicu rekomendasi Bawaslu yang merekomendasi penghitungan suara ulang di Kecamatan Toma. Massa tidak terima penghitungan ulang hanya dilakukan di Kecamatan Toma.

Mereka menuntut pengitungan suara ulang juga dilakukan di seluruh kecamatan Dapil V Nias Selatan. Mereka mendesak membuka seluruh kotak suara di empat kecamatan Dapil V Nias Selatan. Menurut massa, jika hanya di Kecamatan Toma yang dilakukan penghitungan ulang dengan membuka kotak suara, sama halnya akan memicu keributan antar warga. (KRO/RD/CNN)