Rutan Siak Dipindah Sementara ke Rumbai

by -14 views

RADARINDO.co.id : Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Men­kum­ham), Yasonna H Laoly, se­tuju jika Rumah Tahanan (Ru­tan) Klas IIB Siak Sri In­drapura Ka­bupaten Siak, untuk sementara dipindahkan ke Lem­baga Ke­masyarakatan (Lapas) Nar­kotika yang berada di Rumbai, Pekan­baru.

Keputusan pemindahan Rutan Klas IIB Siak ini setelah Yosanna meninjau langsung ke lokasi terba­karnya rutan tersebut, Senin (13/5). Kunjungan Menkumham tersebut didam­pingi Gubernur Riau Syamsuar dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ke­men­terian Hukum dan HAM (Kemenkum) Mu­hammad Diah.

Menkumham melihat lang­sung kon­disi Rutan Klas IIB Siak yang sebagian besar bangunannya nyaris tinggal puing-puing pasca dibakar. Mengingat kondisi Rutan Siak yang sudah tidak dapat dioperasional­kan pasca kerusu­han, Yosanna me­nya­­ta­kan segera mengaktifkan Lapas Narkotika Rumbai untuk sementara.

Anggaran pembangunan Rutan K­las IIB Siak kembali di tempat lama atau pem­ba­ngunan baru di tanah yang dihibahkan Pemerintah Ka­bupaten Siak akan dibi­ca­ra­kan di tingkat pusat.

“Lapas Nar­kotika ini me­mang be­lum siap betul. Memang Rutan Siak ini harus segera dibangun. Nantinya kapasitasnya bisa menampung cukup banyak warga binaan,” tuturnya.

Diakui Menkumham, saat ini tidak hanya di Riau, tetapi nasional, Lapas dan Rutan sudah melebih kapa­sitas. Pen­yebabnya, pendekatan pemerintah terhadap kejaha­tan narkoba sekarang betul-betul menjadi masalah. Mes­tinya pemakai narkoba itu cu­kup dire­habilitasi. Bandar dan pengedar itu dihukum berat. “Permasalahan narkoba ini seha­rus­nya menjadi tang­gungjawab semua stake­holder,” lanjut Yasonna.

Menkumham sangat me­n­ya­yang­kan terjadinya keru­suhan di Rutan Klas IIB Siak. Kejadian itu se­ha­rusnya tidak terjadi lagi di masa men­da­tang. Petugas Rutan atau Lapas ha­rus mampu menge­lola emosi dengan baik.

“Oleh karena itu Kepala UPT, Kepala KPR dan pejabat lainnnya harus mem­perhatikan SOP yang ber­laku, serta harus mampu menyele­saikan setiap perma­sa­lahan yang terjadi di UPT-nya sampai selesai. Mereka juga harus memahami tugas dengan baik. Tidak hanya duduk-duduk di kantor. Benda-benda terlarang tidak masuk ke Lapas atau Rutan,” tegasnya. (KRO/RD/ANS)