RADARINDO.co.id – BOSTON : Setelah menjadi rumor dan mendapat publikasi berkepanjangan, Felicity Huffman dan Lori Loughlin mengaku ikut berkontribusi sampai 25 juta dolar AS atau setara dengan Rp335 miliar, agar putra putrinya masuk ke universitas terkemuka di Amerika Serikat. Pengakuan menyogok tersebut diutarakan pada sidang di Pengadilan Federal Boston.

VoA.com, Senin (15/4), memberitakan kedua artis sohor itu termasuk dalam daftar 15 orangtua mahasiswa kaya yang dihadapkan ke Pengadilan Federal Boston. Sidang dimulai sejak 3 April 2019. Mereka menghadapi tuduhan ikut serta dalam skandal penerimaan mahasiswa di universitas terbesar yang pernah dibongkar dalam sejarah Amerika.

Ke-50 orangtua calon mahasiswa oleh penuntut federal dituduh ikut dalam rekayasa uji masuk universitas, serta menyuap 25 juta dolar AS atau setara dengan Rp335 miliar agar anak-anak mereka bisa masuk ke Universitas Ivy League di Amerika, termasuk Yale, Georgetown dan University of Southern California.

Otak dari penipuan tersebut adalah konsultan penerimaan mahasiswa Rock Singer dan dia mengaku bersalah memimpin sebuah persekongkolan dimana orangtua membayarnya agar anak-anak mereka bisa memalsukan ujian masuk dan menyuap para coach agar memberi anak-anak itu sertifikasi sebagai prospek dalam cabang olahraga tertentu, termasuk cabang olahraga layar dan polo air, meskipun mereka tidak memiliki pengalaman atletik.

Bintang film seri televisi ‘Desperate Housewives’ Felicity Huffman, dan aktris Lori Loughlin dari film seri televisi ‘Full House’ bersama mantan CEO dan direktur kantor pengacara besar, adalah bagian dari kelompok yang dijadwalkan untuk dihadapkan ke pengadilan di Boston.

Penuntut menuduh Loughlin dan suaminya, perancang pakaian Los Angeles, Mossimo Giannulli, sepakat membayar 500 ribu dolar AS agar kedua putri mereka ditetapkan sebagai calon tim anggota tim dayung USC meskipun mereka tidak pernah ikut olah raga itu.

Penuntut mengatakan, Huffman, yang menikah dengan aktor William H Macy, menyumbang 15 ribu dolar AS kepada yayasan milik Singer, dan sebagai imbalannya, seorang rekanan Singer pada 2017 secara rahasia mengoreksi jawaban uji SAT putrinya.

Orangtua lainnya diantisipasi akan juga tampil di pengadilan termasuk Manuel Henriquez, CEO dari Hercules Capital Inc, dan Gordon Caplan, mantan pemimpin perusahaan pengacara Willkie Farr & Gallagher.

Departemen Pendidikan Amerika telah memulai sebuah penyelidikan terhadap 8 universitas terkait skandal penyuapan ini. Beberapa sekolah mengatakan akan membatalkan penerimaan mahasiswa kalau ternyata mereka diterima lewat skema kejahatan tersebut. (KRO/RD/SIB)