Jalan Amblas di Dairi Belum Juga Diperbaiki

by -3 views

RADARINDO.co.id : Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kabupaten Dairi, Alamsyah Naibaho mempertanyakan maksud pemerintah terkait pembiaran jalan amblas di beberapa titik menghubungkan Kecamatan Silima Pungga-Pungga dengan Siempat Nempu Hilir. Hal ini terkesan pemerintah kurang berempati kepada masyarakat.

 

“Jalan amblas di Desa Sopobutar di dekat tikungan sudah makan korban 2 pekan kemarin. Keluarga asal Pangururan Kabupaten Samosir naik mobil pribadi masuk jurang. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan infrastruktur,” kata Alamsyah, Rabu (13/3).

 

Dijelaskan, di lintasan menghubungkan 2 kecamatan tersebut, setidaknya terdapat 5 titik longsor yang berpotensi “mencabut nyawa”. Di Sopobutar, ada 3 titik dan di dekat jembatan Lae Sembelin sekitaran pengambilan batu padas ditemukan 1 titik. Begitu juga di dekat Pasar Pardomuan, cukup membahayakan.

 

Secara umum, kerusakan itu sudah berlangsung selama 1 tahun lebih. Hari demi hari, gerusan melebar. Di Desa Lae Ambat, badan jalan tinggal 2 meter. Truk sudah sulit lewat di sana.

Pengusaha sembako, Pisser Agustinus Si­mamora menyebut, pemerintah daerah ku­rang respons terhadap keluhan masya­ra­kat. Dia menduga, pengambil kebijakan berhitung­ politik. Dampaknya masyarakat sengsara.

 

“Ironis sekali, korban sudah ada tetapi rehabilitasi infrastruktur belum dimulai. Harus berapa banyak lagi yang terperosok?,” tanya Pisser, sembari mengatakan bahwa pemerintah daerah belum bersikap adil dalam alokasi dana pembangunan.

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Bahagia Ginting mengaku belum pernah menerima laporan dari camat maupun kepala desa. Namun demikian, pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut. (KRO/RD/ANS)