RADARINDO.co.id : Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup bagi dua kurir 9,5 kg narkoba jenis sabu. Kedua terdakwa, Arifuddin dan Hasanuddin, terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada kedua terdakwa masing-masing selama seumur hidup,” kata Ketua Majelis Hakim, Richard Silalahi, Rabu (13/3).

Dalam vonis ini, Richard menjelaskan bahwa perbuatan kedua terdakwa yang tidak mendukung program pemberantasan narkotika dan merusak generasi muda menjadi hal yang memberatkan para terdakwa.

Menanggapi putusan hakim, kedua terdakwa menyatakan pikir-pikir dahulu untuk banding. Keputusan hakim sendiri lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang hanya 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp 2 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa Ariffuddin diduga menjadi perantara sabu karena diimingi uang yang banyak oleh seorang pria bernama Hendra yang hingga kini masih buron.

Saat itu, Ariffuddin ingin meminjam uang pada Hendra. Namun, Hendra mengaku tidak memiliki uang, lalu menawarkan Ariffuddin menjadi kurir sabu. Ariffuddin diberi tugas untuk menjemput paket sabu bersama terdakwa Hasanuddin di Pelabuhan Belawan pada 25 Juli 2018, sekitar pukul 06.00 WIB.

Namun naas, aksi keduanya terhendus tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut. Keduanya diciduk polisi dengan barang bukti berupa 10 bungkus plastik warna hitam merek Tea Guan Yin Wang yang berisi 9,547 kilogram sabu. (KRO/RD/WPD)