RADARINDO.co.id : Selama periode Januari hingga pertengahan Maret 2019, Satuan Reserse Narkoba Polres Abdya berhasil mengungkap tujuh kasus penyalahgunaan narkoba. Sejumlah barang bukti narkoba jenis ganja dan sabu-sabu diamankan dan menangkap pelakunya.

Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK, Selasa (12/3) mengatakan, dalam tujuh kasus tersebut pihaknya berhasil menangkap 10 tersangka yang umumnya berusia produktif.

“Dalam triwulan pertama ini kita sudah menangani tujuh kasus narkoba beserta 10 orang tersangka. Dan empat orang yang kita tangkap kemarin itu adalah bandar paling besar di Abdya, sedangkan pengguna narkoba itu sendiri juga meningkat di Abdya. Maka oleh karena itu, saya tidak ada toleransi terhadap narkoba ini, jika terbukti semua saya sikat, termasuk anak buah saya sendiri,” ungkapnya.

Basori menerangkan, berdasarkan instruksi Polri dan Polda, apabila terbukti ada keterlibatan anggota dalam kasus narkoba, baik langsung, tidak langsung maupun hanya sekadar menggunakan, walaupun secara pidana tidak cukup untuk diteruskan, akan tetapi secara internal sah untuk dipecat.

“Anggota saya sekalipun kalau terlibat akan kita pecat. Sebab itu sudah melanggar pakta integritas yang sudah ditandatangani, sampai sejauh ini itu adalah komitmen saya, dan saya tidak ada toleransi terkait narkoba itu,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, bila penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Abdya tidak sebesar seperti di daerah-daerah lain, misalnya Kabupaten Aceh Utara, Bireun, dan Lhoksemawe, sebab di daerah itu merupakan pintu masuk peredaran narkoba di Aceh. Untuk Abdya sendiri katanya, sejauh ini hanya pengguna-pengguna kecil yang banyak tumbuh di kalangan masyarakat Abdya.

“Walaupun demikian, kita tetap harus waspadai terkait peredaran barang haram tersebut, apalagi penggunanya banyak didominasi oleh generasi muda berusia produktif,” paparnya. (KRO/RD/WPD)