RADARINDO.co.id: Annabelle, Seorang remaja asal London, Inggris mengalami menopause dini. Hal tersebut berawal saat Annabelle tidak menstruasi sejak dua tahun lalu. Namun, remaja berusia 15 tahun itu tidak terlalu mempermasalahkannya. Tetapi kemudian dia merasakan hot flushes atau rasa panas yang sangat, dan kea­daan semakin bu­ruk.

“Saya sedang di kelas sains dan saya merasakan wajah saya memerah. Guru saya berkomentar de­ngan me­ngatakan ‘saya merasa­kan hot flushes karena saya se­dang menopause’ dan saat itulah saya terkejut,” katanya.

Dia menjadi curiga dan mulai mencari informasi di internet. “Mereka (hasil pencarian) selalu memberikan kemungkinan yang terburuk. Saya tidak akan me­nyukainya jika ini semua me­mang benar,” ucapnya.

Dia kemudian didiagnosis menga­lami menopause dini. “Pada saat itulah saya merasa sangat sedih,” katanya dalam wawancara dengan BBC, seperti dilansir Reuters, Senin (11/3).

Kemudian, dirinya banyak menulis tentang pe­­ra­saan dan berusaha menerjemahkan perasaannya lewat seni. Ini juga saatnya dia terpaksa meng­hadapi masalah kesuburan­nya.

“Anda tidak mengetahui harus me­mikirkan apa karena jelas ba­nyak keputusan kehidupan yang belum saya lakukan,” kata Anna­belle.

Dia mengatakan, lebih sulit lagi bagi ibunya untuk menerima ke­nyataan bah­wa Annabelle ke­mungkinan tidak akan pernah dapat hamil dan memiliki keluarga.

Menopause adalah tahapan bio­logis kehidupan perempuan ketika menstruasi berhenti. Menstruasi dapat menjadi lebih jarang dalam beberapa bulan atau tahun sebelum berhenti.

Gejala lain adalah hot flushes, sulit konsentrasi, sakit kepala, kecemasan, penurunan dorongan seks dan sulit tidur. Menopause biasanya terjadi pada usia 45 dan 55.

Perempuan yang mengalami me­nopause dini menderita lebih banyak kehilangan dan patah tulang, serta lebih berkemung­ki­nan terkena serangan jantung dan tekanan darah tinggi karena ke­hilangan oestrogen. (KRO/RD/ANS)