RADARINDO.co.id : Pihak maskapai Ethio­pian Airlines mengumumkan bahwa para penyelidik telah mene­mukan dua peranti kotak hitam pesawat Ethiopian Airlines Boeing 737 MAX 8 yang jatuh di pinggiran Addis Abba, Ethiopia.

“Digital Flight Data Recorder (DFDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) dari ET302 telah ditemukan,” demikian diumum­kan maskapai tersebut dalam postingan di Twitter seperti di­lansir kantor berita AFP, Senin (11/3).

Seperti diketahui, dalam setiap pesawat ada dua peranti kotak hitam, FDR (Digital Flight Data Recorder) atau perekam data penerbangan dan CVR (Cockpit Voice Recorder) atau perekam percakapan pilot.

FDR mencatat informasi 88 parameter penerbangan, mulai dari kompas, arah, ke­tinggian, hing­ga kecepatan pesawat di uda­ra, dan sebagainya, yang ber­sifat teknis. Apa yang terjadi selama penerbangan dalam kurun 25 jam terakhir akan direkam oleh alat ini.

Adapun CVR merekam selu­ruh pembi­caraan yang dalam kokpit. CVR tidak hanya mere­kam percakapan pilot dan kopilot, namun juga beragam suara yang bisa merupakan petunjuk penting, seperti suara mesin, suara alarm, bahkan suara kursi yang digeser jika awak kabin bergerak.

Perusahaan pembuat kotak hitam asal Amerika Serikat, Ho­neywell, mengatakan, rekaman yang tercatat disetel hanya berdurasi dua jam dari posisi terakhir pesawat.

Pesawat Ethiopian Airlines jenis Boeing 737 MAX 8 yang membawa 157 penumpang dan awak, jatuh saat mengudara ke Nairobi, Kenya pada, Minggu (11/3) waktu setempat. Pesawat dilaporkan jatuh hanya sekitar enam menit setelah lepas landas dari Addis Ababa.

Otoritas Ethio­pia telah menyatakan tidak ada yang selamat dalam insiden me­ngenaskan itu. Disebutkan juga bahwa para korban tewas berasal dari 35 negara.

Penyebab jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ini belum sepenuhnya jelas. Namun pihak Ethiopian Airlines menyatakan pilot sempat melaporkan adanya masalah dan meminta izin untuk terbang kembali ke Addis Ababa. (KRO/RD/ANS)